Download!Download Point responsive WP Theme for FREE!

AWAS! Penggunaan Sosial Media yang Berlebihan Memicu Depresi!

Gaya hidup tertentu ternyata benar dapat mengakibatkan adanya depresi. Salah satunya adalah penggunaan sosial media yang berlebihan. Tidak dapat di elak, sosial media saat ini sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari – hari seseorang. Seperti tidak ada hari tanpa medsos, baik itu facebook, BBM, instagram, Path, dan lainnya.

sosial media

Tetapi sayangnya, kini banyak orang – orang yang justru hilang kendali. Bukannya mengendalikan penggunaan medsos, tetapi justru di kendalikan oleh medsos. Betapa tidak, kini setiap orang saja memiliki lebih dari 3 akun medsos yang tiap menit bahkan tiap detik terus di pantau.

Belum lagi kini dengan datangnya berbagai teknologi yang canggih, berbagai smartphone yang di jual dengan harga yang murah. Dengan itu kita bisa dengan mudah mengakses sosial media dan memiliki akun sendiri.

Di sadari atau tidak kini medsos justru lebih banyak mengandung mudharat di banding manfaatnya. Tidak perlu jadi perdebatan, dan tidak perlu ada elakan karena kenyataannya memang demikian. Untuk orang – orang yang terlanjur tergila – gila dengan gaya hidu yang satu ini memang pasti banyak menolak anggapan tersebut. Tetapi, percaya atau tidak sudah banyak kasus yang terjadi akibat penggunaan medsos yang berlebihan.

Ibu – ibu menelantarkan anaknya yang masih di bawah umur hanya karena sedang asyik bermain – main facebook. Para pekerja hingga di kejar – kejar deadline karena pekerjaannya terganggu akibat penggunaan sosmed yang terus-menerus. Bahkan ada beberapa yang di pecat karena di anggap tidak produktif dalam bekerja. Yang lebih mencengangkan lagi, hanya karena hal sepele dalam medsos seseorang dapat terkena depresi.

Dalam sosial media, orang –orang seakan tengah berlomba. Berlomba tampil paling cantik, berfoto dan mengunggahnya, paling eksis paling terkenal dan saling berebut perhatian. Berusaha memperoleh like terbayak, mention banyak dan membuat caption keren agar di anggap eksis dalam medsosnya. Oleh karenanya mereka melakukan berbagai cara dan kerja keras. Jika kerja keras mereka agar memperoleh banyak like tidak berhasil, bukan tidak mungkin seseorang menjadi depresi. Bukan begitu? Ini akibat seseorang yang terlalu terobsesi dan memiliki ambisi yang terlalu berlebihan.

Oleh karenanya, meskipun Anda memiliki sosial media, tetap berlakulah secara bijaksana. Beberapa orang memang memanfaatkan kecanggihan teknologi ini untuk berbisnis, misalnya saja bisnis online. Ini adalah contoh betapa sangat bermanfaatnya medsos, memudahkan jual beli. Dan untuk yang hanya sebagai hiburan, tetap lakukan pekerjaan sebagaimana mestinya tanpa mengabaikannya hanya karena sosial media.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lewat ke baris perkakas